Maneki Neko

Siapapun menyukai keberuntungan, terutama bagi mereka yang mengelola suatu usaha/bisnis. Simbol pembawa keberuntungan paling terkenal di Jepang adalah barang berbentuk kucing yang dapat menggerakkan tangannya naik turun. Yang biasa disebut dengan Maneki Neko. Kini Maneki neko tidak hanya menjadi simbol keberuntungan bagi warga Jepang saja namun juga bagi negara-negara lain yang tersebar di seluruh dunia.

Tampaknya si kucing menggerakkan tangannya untuk mengundang atau menyambut pembeli, namun sebenarnya itu merupakan kebiasaan kucing membasuh wajahnya. Karena kesensitifannya, kucing akan merasa tidak nyaman dan tidak bisa beristirahat saat seseorang datang/berada di dekatnya. Untuk menghilangkan rasa takutnya, kucing menyeka wajahnya. Dari kebiasaan tersebut, orang Jepang beranggapan bila kucing membasuh wajahnya berarti akan ada seseorang yang datang (pembeli). Selain itu, kucing yang menyeka wajahnya terlihat seperti sedang menyambut tamu yang akan datang. Oleh karena itu, orang Jepang percaya bahwa jika mereka meletakkan figur kucing dengan postur menyambut tamu di depan tokonya, maka pelanggan akan masuk.

Bagaimanapun juga ini hanyalah asumsi yang beredar. Banyak cerita dongeng dan penjelasan dalam versi berbeda-beda terkait dengan Maneki Neko ini mengapa bisa dijadikan sebagai simbol keberuntungan. Namun pada umumnya, inti cerita asal Maneki Neko ini adalah si kucing menyelamatkan pemiliknya dari bahaya, penyakit dan kemiskinan. Asal mula Maneki Neko dimulai pada akhir masa Edo (1603-1867) dan berkembanga menjadi pajangan/hiasan.

Kebanyakan orang percaya bahwa terdapat perbedaan makna dari lambaian tangan Maneki Neko. Jika ia melambaikan tangan kanannya, hal itu berarti akan ada keberuntungan dan kesehatan bagi pemiliknya. Dan jika ia melambaikan tangan kirinya, berarti akan ada pengunjung yang datang. Semakin tinggi lambaian tangannya, makin banyak pengunjung yang masuk serta kesehatan dan keberuntungan bagi sang pedagang.

Mengoleksi Maneki Neko adalah hobi bagi kebanyakan orang Jepang dan mereka bahkan mendirikan club Maneki Neko. Kebanyakan dari hiasan Maneki Neko ini mempunyai kalung leher dengan lonceng emas atau bandul berupa koin logam berwarna emas yang disebut “koban”, dan kata-kata yang tertulis di koin emas tersebut adalah “fuku” yang berarti keberuntungan dan “fukuju” yang berarti beruntung serta panjang umur. Mungkin isyarat pembawa keberuntungannya terlihat dari tulisan pada koin emas di lehernya.

Dalam versi lain, Maneki Neko juga terlihat memegang “koban” (kepingan koin emas yang digunakan pada jaman Edo) pada salah satu tangannya dengan tulisan yang berukir tentang harapan/cita-cita seperti “Senmanryo” yang berarti sepuluh juta koin emas atau dan “Kaiun” yang berarti keberuntungan yang lebih baik.

Maneki Neko juga hadir dalam warna hitam, warna yang dikenal sebagai warna kegelapan. Jadi, Maneki Neko hitam dipercaya untuk menghindari kejahatan/malapetaka dan kemalangan. Maneki Neko hitam dengan tangan kirinya yang melambai-lambai diartikan sebagai perlindungan dari gangguan/masalah yang orang-orang bawa dan kelihatannya paling efektif bila diletakkan dekat pintu depan.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply