Hanetsuki adalah permainan tradisional Jepang sejak abad ke-17, mirip dengan olahraga badminton tanpa disertai dengan net. Dimainkan menggunakan papan kayu pipih yang disebut dengan Hagoita dan bola kok yang berwarna warni.
Hanetsuki biasanya dimainkan oleh anak-anak perempuan saat Tahun Baru. Permainan dapat dilakukan dalam 2 bentuk, yakni oleh satu orang untuk tetap mempertahankan bola kok tetap tinggi selama mungkin atau oleh 2 orang yang saling bertanding. Anak perempuan yang gagal memukul bola kok, akan mendapatkan tanda setrip pada wajahnya (seperti orang Indian) dengan mengggunakan tinta hitam, lalu permainan berlanjut hingga wajah salah seorang pemainnya sudah penuh dengan coretan tinta. Kedengarannya menyenangkan bukan?
Menurut kepercayaan, semakin lama bola kok berada di udara, semakin besar pula perlindungan yang akan didapat para pemainnya dari nyamuk selama setahun yang akan datang. Meskipun hanetsuki tidak sepopuler seperti dulu, hagoita dengan berbagai hiasan dekoratif umum dijual diseluruh Jepang. Hanetsuki kadang-kadang mempunyai gambar para pemain teater Kabuki di luarnya atau pemain Sumo. Pada acara Hagoita-Ichi pada bulan Desember menjelang saat Tahun Baru masih ramai didatangi pengunjung sekitar 300.000 orang partisipasi per tahunnya.
Bagaimanapun, Hagoita yang dijual saat festival tidak untuk dimainkan namun sebagai ornament/hiasan, biasa disebut dengan Hagoita-kazari, yang berfungsi juga sebagai pembawa keberuntungan. Hagoita tersebut kaya akan dekorasi kertas washi dan bahan tekstil lainnya. Hagoita sebagai hiasan biasanya mempunyai permukaannya berbentuk timbul dari kerajinan oshie/kurumie. Dewasa ini, karakter dengan dekorasi lebih modern muncul pada Hagoita, seperti profil penyanyi, bintang olahraga, pemain film dan bahkan karakter anime.
Harga yang ditawarkan bervariasi dari 10 dolar sampai beberapa ratus dolar, tergantung dari ukuran dan kerumitan desainnya. Hagoita dapat dengan mudah ditemukan di pasar malam tradisional, acara Hagoita Ichi (pada bulan Desember). Di Tokyo, Hagoita dijual di kuil-kuil, terutama kuil Asakusa dan Furukawa Fudo.
August 6th, 2010
admin 




Posted in
Tags: 