Perayaan Tahun Baru Jepang – Fukubukuro

fukubukuro

Fukubukuro (kantong keberuntungan/kantong misteri) adalah kebiasaan yang diadakan tepat saat hari raya Tahun Baru di Jepang, dimana para pedagang membuat kantong yang diisi dengan barang-barang secara acak dan menjualnya dengan diskon besar-besaran. Pemberian diskon pada umumnya 50% atau lebih tergantung dari barang yang ada di dalamnya. Harga yang murah bertujuan agar dapat menarik minat pembeli untuk berbelanja di toko tersebut selama tahun baru.

Berasal dari kata “fuku” yang berarti keberuntungan dan “fukuro” yang berarti tas/kantong, bila digabung terbentuklah kata fukubukuro. Perubahan huruf pada “fukuro” menjadi “bukuro” dikenal dengan istilah rendaku.

Fukubukuro biasanya diambil terburu-buru oleh para pembeli, beberapa toko bahkan mempunyai antrian panjang menyerupai ular yang mendominasi di seluruh kota pada jam-jam sebelum toko tersebut dibuka pada Hari Raya Tahun Baru. Pada masa sebelumnya, Fukubukuro adalah jalan paling mudah bagi toko-toko untuk menjual sisa barang dagangan yang tidak terjual dari tahun sebelumnya. Sejalan dengan pandangan masyarakat jepang bahwa mereka tidak boleh menyambut Tahun Baru dengan “sampah/sisa” dari tahun sebelumnya, harus dibersihkan/dibereskan terlebih dahulu. Kini, pandangan masyarakat tentang Fukubukuro lebih populer sebagai acara/momen yang dicari dan ditunggu-tunggu para pembeli saat Tahun Baru ketimbang suatu cara yang digunakan pemilik toko untuk menyiasati kelebihan barang dagangannya dari tahun sebelumnya.

Fukubukuro mula-mula diperkenalkan oleh Ginza Matsuya Departemen Strore pada akhir masa pemerintahan jaman Meiji dan sejak saat itu menyebar ke para pengecer. Kebiasaan ini juga menyebar ke kebudayaan yang berbeda, contohnya, di pusat perbelanjaan wilayah Honolulu yakni Ala Moana Center, beberapa toko mengadopsi tradisi ini pada tahun 2004. Banyak toko Sanrio di Amerika Serikat yang juga sering mengadopsi tradisi ini. Sebagai pembukaan toko computer merk “Apple” di San Fransisco pada 2004, mereka menawarkan “kantong keberuntungan” yang berisi campuran dari perangkat lunak, aksesoris audio, dan sebuah iPod secara acak di kantong tas tertentu.

Tergantung jenis bisnisnya, pedagang merencanakan apa yang akan dimasukkan dalam kantong fukubukuro beserta harga yang akan ditetapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Di departemen store besar, isi fukubukuro sesuai dengan bagian departemennya (contohnya pada bagian toko orang dewasa, fukubukuro terisi dengan barang-barang trendi, pada bagian sepatu atau olahraga akan memasukkan beberapa pasang sepatu berharga tinggi dan sebagainya).

Di toko yang lebih kecil, fukubukuro biasa diisi dengan barang yang berhubungan dengan toko tersebut atau barang kebutuhan yang diinginkan oleh konsumen (misalnya sebuah toko teh akan menawarkan fukubukuro dalam peti teh dengan cangkir teh dan kain untuh menata cangkir teh). Banyak toko bahkan sering memasukkan item tambahan, seperti dompet atau tas mahal (kadang-kadang bernilai dalam puluhan juta yen), tiket ke tempat jauh, bahkan mantel bulu dan voucher elektronik mahal untuk menarik perhatian pembeli agar mengambil kesempatan dengan berbelanja di toko mereka. Isi kantong tas fukubukuro yang pengisiannya dilakukan secara acak tersebut adalah alasan mengapa Fukubukuro juga dikenal sebagai “tas keberuntungan”

fukubukuro set

Fukubukuro dijual dengan harga yang bervariasi. Sebagian besar harganya berkisar antara ratusan yen hingga puluhan ribu yen (1-100 USD). Meskipun demikian, beberapa fukubukuro dengan harga super mahal juga tersedia setiap tahunnya. Pada tahun 2006, Fukubukuro termahal berada di harga 2006 juta yen (setara dengan 1,7 juta USD) oleh sebuah toko perhiasan di Ginza, dan satu set fukubukuro termahal lainnya ditemukan di Mitsukoshi dengan harga 150 juta yen per kantong tas (atau senilai 1,2 juta USD).

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply