SHIGARAKI TANUKI
Patung Tanuki identik dengan barang kerajinan tembikar khas daerah kota Shigaraki, Perfektur Shiga, yang dikenal sebagai salah satu lambang keberuntungan dari Jepang. Kota Shigaraki terkenal dengan kerajinan tembikarnya berupa guci-guci besar pada abad ke-12, namun kini yang paling digemari adalah kerajinan tembikar berbentuk rubah ini.
Bagi anda penggemar anime Naruto, pasti pernah melihat sosok Tanuki ini saat Jiraiya (salah satu dari 3 orang legendaris Konoha) berusaha mengecoh Naruto kecil yang bersikeras memintanya mengajari jurus-jurus hebat (ada dalam episode sebelum Naruto berhasil memanggil Katak Superbesar ).
Patung Tanuki dipercaya dapat membawa rejeki dan biasa ditempatkan di luar pintu masuk perusahaan/toko-toko penjual minuman di seluruh Jepang. Patung Tanuki umumnya memenuhi ciri-ciri wajah yang ramah/tersenyum, pipi yang gemuk, biasa memakai topi anyaman dan berdiri dengan kepala agak miring, memegang botol sake tradisional Jepang-tokkuri dan tumpukan bon yang belum dibayar di tangannya.
Shigaraki Tanuki dikatakan sebagai pembawa 8 sisi positif yang berbeda, yakni:
- Topi Tanuki adalah simbol perlindungan dari unsur-unsur alam, kewaspadaan dan kesadaran.
- Matanya melihat sesuatu dengan penuh perhatian dan kepedulian.
- Wajahnya menunjukkan persahabatan dan keramahan disertai senyum yang tulus.
- Perutnya melambangkan keberanian dan ketegasan. Botol sake tradisional-tokkuri merupakan simbol dari rejeki masing-masing orang. Nota bon yang belum terbayar menunjukkan kepercayaan.
- Tas berisi uang menandakan keberuntungan dalam hal perekonomian.
- Dan ekornya memberi kesan bahwa keberuntungan sejati datang dari keteguhan, kestabilan dan rasa bangga.
- Tongkat yang dipegang Tanuki adalah simbol dari kemampuan untuk menjaga agar tidak jatuh/terhindar dari kebangkrutan.
Anda bisa melihat Patung-patung Tanuki dijual di toko-toko penjual souvenir untuk turis/wisatawan dengan aneka bentuk ekspresi dan ukuran. Tanuki tersebut sudah merupakan simbol yang tidak bisa lepas dari kota Shigaraki. oleh karena itu masyarakat menyebutnya dengan nama Shigaraki Tanuki.



